Dewa api

Tinggalkan Komentar

Menapak retak
mendesah resah
pada kaca hidup yang seakan abadi
Seolah kita tak pernah mati
Terpagut
dalam hening malam yang hampir semaput

Syahdan, kita mendadak jadi dewa
mendadak kita jadi api
manusia mendewai manusia untuk jadi dewa
manusia membakar manusia agar jadi api
Nah, semoga kita tak terbakar nafsu dunia
agar kita tak tenggelam dalam api

oktober 2008

Negeri Paruh Baya

Tinggalkan Komentar

Negeri ini negeri hukum
barang siapa ketiban sial harus dihukum

Negeri ini negeri hakim
saling menghakimi satu sama lain

Negera ini negeri jaksa
umumnya menuntut lalu menasehati dengan nada sok bijaksana

Negeri ini negeri terdakwa
saling mengancam jika terancam pidana

Tapi…
Negeri ini bukan negeri tahanan
mana tahan….?lihat duit milyaran!

Di Tengah Belantara

Tinggalkan Komentar

Di rimba yang luas ini
tak ada pepohonan
kicau prenjak, bahkan butir-butir pagi yang mengembun
Hanya rekah-rekah tanah dan gedung-gedung penopang angkasa
yang penuh dengan kain model jas, celana jeans
ataupun bikini

Di belantara yang panas ini
tak ada lagi dedhemit, gendruwo, wewe gombel
ataupun kuntilanak
Mereka telah ber-evolusi menjadi vcd-vcd porno,
majalah-majalah lacur ataupun ganja
sebab mereka tak perlu lagi
menakut-nakuti bocah yang hendak ke musholla

Di hutan yang rakus ini
tak ada lagi dongeng kancil
harimau dan buaya-buaya rawa
Mereka juga berubah menjadi manusia
lalu dengan kepandaiannya
mereka saling menerkam sesama

O…?!
di alam yang luas inikah kita akan tenggelam?

semut sawo matang

Tinggalkan Komentar


Semut-semut pada mati
teratak lusuh dalam gelas dan sisa kopi

Doa-doa mengepul
serampangan simpang siur
seperti kata-kata masgul
dari pujangga yang tersenyum
di pelupuk kubur

semut-semut lain pada berbaris
satu persatu terjun kedalam gelas
berisi gula atau sari pakis
mereka menenggelamkan diri dalam lautan panas
-Bunuh diri-
berharap mati
seperti para pahlawan yang tewas diracun kompeni

Tapi di ujung tahun 2007
semut-semut mendadak jadi macan
Lihat sisi baiknya!
kaki kita tak lagi kesemutan
dan negara tak perlu lagi import gula

seperti kata pepatah baru
-ada daging ada macan-
kita harus pura-pura mati kaku
agar tak diterkam

Sepotong Nasib

Tinggalkan Komentar

kemanakah hendak kusimpan
sebuah musim tentang nada perjuangan?
jika kepalang noda telah tumpah
di padang malang terlalu megah

aku hayati terjal jalan yang kau tempuh
puisi terakhir dari kepercayaan, kekuatan, dan cinta
setulus doa kau bertaluh
pada jeritan yang semakin hina
dan mengerang “Kota ini pincang!”

Tetapi dunia tetap bisu
sekeras hatimu yang membatu

Kita adalah rumput asing
terbaring!
di negeri bertambah kering

BUAT NEGERIKU

1 Komentar

-Segala damba akan sirna

jika hidup hanya suka dan duka-

Kepada negeri kian rombeng

dalam miskin bergantang-gantang

untuk persembahkan jiwa dan tempeleng

ganyang tikus kala hari rembang.

Kepada negeri kian koyak

apakah lazuardi telah tersibak?

padahal kepercayaan pergi berarak-arak.

Ah! Semoga engkau seperti garuda

perkasa tersemat di dada.

-Segala damba jadi sirna

karena hidup hanya suka dan duka-

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.