Noktah

Tinggalkan Komentar

Pada sebuah titik, Tuhan
mencipta mereka dari titik-titik cahaya
Mereka
yang hidup dan beterbangan untuk suatu sebab
bahwa mereka hanya patuh pada Sang Pencipta

Pada sebuah titik, Tuhan
mencipta mereka dari nyala api
Mereka
yang melahirkan kesombongan pada setiap hati manusia

Pada sebuah titik, Tuhan
mencipta mereka dari butir-butir tanah
Mereka
yang turun ke semesta raya
Pemetik khuldi cinta yang dengan telanjang kaki
menapak pada tanah bumi renta

Pada sebuah titik, Tuhan
mencipta garis
yang bertemu pada ujung ketidakberhinggaan

Pada sebuh titik pula kita kembali

Lampu malam

Tinggalkan Komentar

Berlari
Berlari diantara sunyi
Berlari diatas jalan yang mati
Berlari menuju mimpi
Berkari membawa pilu
Berlari bersama sang bayu
melayang terbang diatas ilalang

andai kau melayang ke dunia khayalan
ajak aku ke negeri awan
menuju dongeng alam semesta
marilah berpetualang bersama

Berlari
Berlari
Berlari
Berdiri di singgasana mimpi
Bernyanyi di alam maya sepi
serasa hari tak pernah berhenti

Berlari
Berlari
Berlari
Ingatlah kawan kita harus kembali

Februari 2008

kepada matahari

Tinggalkan Komentar

Tatkala bingkai alam beranjak pulang

lelaki kecil tertatap samar
Mengais sisa,
dari gema segala gelak tawa
diatas peradaban lalu lalang yang hingar bertaut bingar

Diantara jingga sinar merkuri
Ksatria kecil bertualang mencecap mimpi
dan sebilah kata hati
” Selamat datang hari “

KHAYAL

Tinggalkan Komentar

Ini raga termangu, ini jiwa melayang lalu
Sepi terkungkung, lamun renung
Dalam kata maju, pikir nasib nanti
Terbayang lalu, tak ubah sesali

Lampu lampu Do’a

Tinggalkan Komentar

Selalu saja berakhir dengan angka-angka
buku-buku yang kubaca
nada-nada yang kunyanyikan

satu persatu lampu-lampu berdoa membuka matanya
menutup hari yang temaram
dan maghrib yang khusyu’

selalu saja berakhir dengan angka-angka
semua hal yang kamu bicarakan
tentang puisi bahkan mimipi yang kau cita-citakan

tapi, aku tak mau
cinta kita beku
menjadi angka-angka palsu

Reruntuhan Bulan

Tinggalkan Komentar

Bisakah kutanyakan padamu tentang cinta?

Mungkin,

Tapi kamu tak jua menjawab

diam

sejurus bening matamu cuma memandang

lilin putih yang menyala

Ya,

betapa cintanya lilin ini

kepada malam gelap

kepada kita

Layang-layang

Tinggalkan Komentar

Layang-layang terbang bebas
Mencuri teriakan malam paling keras
Hunus pedang untuk berperang
Melawan dunia sebatu karang

Selayang tiada batas bumi
Mendendangkan lagu serumpun mimpi
Serta nyanyian beku
“Angin bunuhlah aku!”

Layang-layang terbang tinggi
Terus berlari
Menerjang tanah perempuan jalang
Dan kicauan maut yang tak pernah hilang

Selayang tak berbenang
pekik pengorbanan setinggi awan
tertinggal dalam ingatan
“Merekahnya bunga bukan karena kau
tetapi serenda cinta itu”

Derai layang-layang terus bergulir
Tetap mengalir
bersama ombak dan pasir

KASAT

Tinggalkan Komentar

Oh, haruskah kau datang di malam seperti ini
ketika malam menepuk-nepuk dadanya
Lalu bergayut bergantungan di pepohon cemara

Kau taruh rindukah?
pada mendung
pada ritmis sayap-sayap hujan
dimana bayi bertangisan
Dan gemuruh menyambar aura pekuburan

O, mestinya kita tidur di malam sekecil ini
memimpikan dosa
Atau beterbangan mencari mimpi hakiki

Sudahlah, kau tak bakalan bisa
menyaingi desir angin dan bebisik jangkrik
Karena api pasti merongrong butir-butir kehidupan dan hati nurani

Oh, haruskah kita mati di malam sekecil ini?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.