Kaki bintang

Tinggalkan Komentar

Buat: abdurrahman Faiz

Adalah di negeri waktu
Oang-orang memainkan waktu
Memainkan lonte-lonte
Memainkan mimpi

Setiap detik adalah mimpi
Setiap menit adalah tidur
Setiap waktu adalah sunyi

Setiap saat aku ingin jumpa kamu
Sekadar ngobrol
Atau mengucapkan kata-kata cabul
Biar negeri ini lekas dewasa
(sebab hanya orang dewasa yang boleh mengucapkannya)
Biar negeri ini lekas maju
Lekas sembuh dari cacar waktu

Perpisahan

Tinggalkan Komentar

Untuk kedua kalinya kita ke Kalikuning
Mungkin
Kali ini berbeda
Kita merayakan kesedihan
Karena mesti berpisah
dengan si gendut, si item
atau si Arif
Adik kelas kita yang terpincang-pincang
Setelah menabrak vespa yang hendak menyeberang

Masih seperti dulu juga
kita temukan pasir, batu-batu dan air mata bumi
Diantara tebing penuh pohon-pohom pinus
Tapi kali ini kita sembahyang dantara rerumputan
Karena jika sewaktu-waktu Merapi meletus
Akan kita temukan lagi tempat yang sama
atau bahkan lebih indah

26 Juni 2007

Bayu-bayu Terpendam

Tinggalkan Komentar

Bayu-bayu muda
Terpendam bersama suka, bersama duka
dan lelah. . .
Mendengar suara bunga bangkai yang merekah

Bayu terpendam atmaja bangsa
Ingin berdir di ujung sasadara
Namun apalah daya?

Bayu-bayu muda
Terpendam bersama cerita, bersama rasa
berdoa kepada-Nya
demi cita- demi asa
yang sebentar lagi akan tiada
Desah segala sisa-sisa
berusaha menatap dunia
yang panas seperti bara api pawaka

Bayu terpendam atmaja negeri
Ingin berdiri di puncak mentari
Biar hanya mimpi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.