Seteguk hujan

Tinggalkan Komentar

Mungkin sudah semestinya kita merenung
Sinambi menunggu hujan reda
Tentang ironi yang selalu disindirkannya
Bahwa
Betapa egoisnya kita
Menapaki jejak-jejak tritisan
Dan melupakan pepadian gabug yang usang dimakan zaman

Memang hujan
selalu membawa suka, selalu membawa luka

Hikayat bunga ilalang

Tinggalkan Komentar

Aku ilalang kamu bunga
Beterbangan kita di musim ketiga*
bersama lelawa dan bebisik jangkrik
Diantara bibir-bibir tanah rekah
yang pecah kehilangan arah

Namun, percayalah
musim hujan segera tiba
untuk menumbuhkan pucuk-pucuk rerumputan
diatas tanah yang rindu basah

Semerbak suara bayu pada dedaunan
akan menyambut sang Cupid
menyambut si Bolang yang bermain di kaki bukit
menyambut kupu-kupu
dan menjadikannya sepenggal lagu

Ah, biarlah senantiasa bersemi
berkembang menjadi taman-taman cinta
taman-taman puisi

*ketiga : baca ketigo ( musim kemarau dalam bahasa Jawa )

Sebuah ronde

Tinggalkan Komentar

Buat: Deta

Seekor duma,  berlari
membelalak rerumputan kering
Sementara kita tak pernah lelah memburu
dengan senapan dan peluru
cinta yang terasing

Seekor kupu-kupu mengepakkan angin layu
Tanganmu merengkuh
“aku cinta padanya” ,katamu
Namun sayapnya patah di tangan kita
Serbuk warnanya pudar ditelan udara

Sebatang gaharu, rupanya bosan sudah
memayungi tanah
Ia menumbangkan tubuhnya untuk manusia
Ia menumpahkan getahnya untuk manusia
Ia menghembuskan cintanya untuk manusia

Selembar maple
Jatuh diwajah kita yang terus menua
Barangkali aku, kamu
telah salah mengartikan cinta
Karena kita terlalu bodoh untuk
menemukan batas antara awal dan akhir

sajak aneh

Tinggalkan Komentar

Seekor ikan berwarna biru muda

mengepak-kepak turun dari angkasa
seolah spesies baru
atau memang Tuhan menciptakannya begitu

Tapi ikan itu tiba-tiba menjadi merpati
dan masih sewarna laut mati
mungkin cuma untuk kamuflase
ya, katanya

Namun tiba-tiba
burung itu turun ke bumi
menjelma jadi nenek tua
Ia menyapa petani
lalu menghardiknya dengan sok kuasa
berpura-pura menjadi dewa
seperti simbol-simbol yang tertera di pohon tua

kadang-kadang puisi juga begitu
seperti api diatas batu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.